Category Geografi

Mengenal Lebih Mendalam Daur Air Atau Siklus Hidrologi

Bulan Desember merupakan salah satu bulan basah yang memiliki curah hujan tinggi. Hal ini disebabkan adanya siklus angin muson barat melalui daerah-daerah di tanah air. Proses tersebut sudah berlangsung secara terus-menerus yang dikenal sebagai daur air atau siklus hidrologi. Terdapat beragam istilah dan informasi seputar perputaran air yang sangat penting untuk diketahui, meliputi definisi, proses, dan macam siklus hidrologi.

Mengenal daur air

Perputaran air berlangsung secara terus-menerus dengan kuantitas tetap dengan tahapan-tahapan kompleks mulai dari penguapan air menuju atmosfer dan turun sebagai air hujan/es ketika sampai di bumi merupakan pengertian dari daur air. Proses ini dapat berlangsung dengan siklus pendek, sedang maupun panjang.

Proses

Daur air merupakan mobilisasi perwujudan air dalam beberapa fase meliputi,  wujud zat cair, padat dan gas. Perubahan tersebut menempati lapisan bumi mulai dari lithosfer. hidrosfer, biosfer dan atmosfer. Pergerakan siklus air memiliki banyak kegunaan bagi kehidupan manusia seperti, mengatur sekaligus mengendalikan suhu dan keseimbangan alam.

Tahapan

Proses dalam siklus air memiliki jangka waktu tertentu yaitu: pendek, sedang dan panjang. Jangka waktu tersebut disebabkan oleh beberapa faktor meliputi, penyinaran, ketinggian, konfigurasi dan pergerakan angin. Beberapa istilah penting yang perlu diketahui dalam proses siklus air meliputi,

  • Penguapan

Proses penguapan dalam siklus air bersumber dari tanaman (transpirasi), tubuh air di daratan maupun lautan (evaporasi) dan uap air dari gunung es di kutub (sublimasi). Penguapan berbanding lurus dengan pemanasan oleh sinar matahari.

  • Pengembunan

Tahapan ini merupakan proses pengembunan uap air yang masuk ke atmosfer dalam bentuk kristal-kristal es. Uap air inilah yang membentuk awan.

  • Presipitasi

Apabila awan sudah mengalami kejenuhan maka kristal es bergerak turun menuju bumi. Namun, dalam prosesnya kristal tersebut mengalami gesekan dengan udara di atmosfer. Proses tersebut menngubah es menjadi air hujan.

  • Limpasan air

Air hujan yang turun ke bumi memiliki bentukan-bentukan yang lain berupa aliran permukaan air berupa limpasan. Aliran ini tidak dapat menerobos ke dalam tanah karena ada beberapa faktor baik kondisi tanah mapun batuan induk kedap terhadap air. Hal ini menyebabkan munculnya adanya sungai, danau maupun mata air.

  • Peresapan air ke dalam tanah atau infiltrasi

Selain, menjadi limpasan di permukaan bumi. Sebagian air hujan bergerak ke dalam tanah menuju lapisan akuifer. Lapisan ini difungsikan sebagai cadangan air yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun memancar sebagai mata air.

Read More